Monday, July 2, 2012

Taman Nasional Wakatobi_


Taman Nasional Wakatobi terletak di Sulawesi Tenggara memiliki potensi sumberdaya alam laut yang bernilai tinggi baik jenis dan keunikannya, dengan panorama bawah laut yang menakjubkan. Secara umum perairan lautnya mempunyai konfigurasi dari mulai datar sampai melandai kearah laut, dan beberapa daerah perairan terdapat yang bertubir curam. Kedalaman airnya bervariasi, bagian terdalam mencapai 1.044 meter dengan dasar perairan sebagian besar berpasir dan berkarang. Taman Nasional Wakatobi yang memiliki potensi sumberdaya alam laut yang bernilai tinggi baik jenis dan keunikannya, dengan panorama bawah laut yang menakjubkan. Secara umum perairan lautnya mempunyai konfigurasi dari mulai datar sampai melandai kearah laut, dan beberapa daerah perairan terdapat yang bertubir curam. Kedalaman airnya bervariasi, bagian terdalam mencapai 1.044 meter dengan dasar perairan sebagian besar berpasir dan berkarang. Taman nasional ini memiliki 25 buah gugusan terumbu karang dengan keliling pantai dari pulau-pulau karang sepanjang 600 km. Lebih dari 112 jenis karang dari 13 famili diantaranyaAcropora formosa, A. hyacinthus, Psammocora profundasafla, Pavona cactus, Leptoseris yabei, Fungia molucensis, Lobophyllia robusta, Merulina ampliata, Platygyra versifora, Euphyllia glabrescens, Tubastraea frondes, Stylophora pistillata, Sarcophyton throchelliophorum, dan Sinularia spp Pulau Hoga (Resort Kaledupa), Pulau Binongko (Resort Binongko) dan Resort Tamia merupakan lokasi yang menarik dikunjungi terutama untuk kegiatan menyelam, snorkeling, wisata bahari, berenang, berkemah, dan wisata budaya. Serta Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurus masalah pendidikan dan kebudayaan, UNESCO, menetapkan kawasan Taman Nasional (TN) Laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai salah satu kawasan cagar biosfer dunia yang ada di Indonesia, tanpa syarat.
Beberapa tahun belakangan ini Wakatobi menjadi daerah tujuan wisata yang popular bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Hal ini disebabkan karena keindahan pantai Wakatobi yang memiliki air yang biru serta pasir putih ditambah dengan keindahan biota laut didalamnya sehingga dijuluki sebagai surga bawah laut bagi para wisatawan yang berkunjung kesana. Keindahan pantai wakatobi merupakan modal untuk menarik banyak wisatawan. Dan itu terbukti dari data yang dimiliki pemerintah kabupaten Wakatobi terkait jumlah wisatawan yang berkunjung ke Wakatobi tahun 2010 yaitu sejumlah 3.000 orang dan di tahun 2011 meningkat sebesar 100% menjadi 6.000 orang. Hal yang sama juga terjadi pada jumlah kunjungan wisata. Jika sebelumnya hanya tercatat sekitar 10.000 kali di tahun 2010, namun di tahun 2011 ini jumlah kunjungan wisata tercatat lebih kurang 15.000 kali. Artinya, satu wisatawan yang berkunjung ke Wakatobi rata-rata antara dua dan tiga kali kunjungan.oleh karena itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), menargetkan kunjungan wisatawan ke daerahnya akan mencapai 12 ribu orang untuk tahun 2013 mendatang. Target kunjungan ini didasarkan pada jumlah kunjungan tahun-tahun sebelumnya yang terus menunjukkan tren peningkatan.
Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Wakatobi tersebut ikut memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wakatobi. Tahun 2011, kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wakatobi mencapai 25 persen dan diharapkan di tahun 2012 mencapai 35 persen. Pemerintah Kabupaten Wakatobi saat ini masih memberi perhatian besar terhadap pengembangan pariwisata dengan mengalokasikan anggaran melalui APBD pada sektor tersebut sebesar lebih kurang Rp 5 miliar. Dana sebesar itu akan digunakan membiayai usaha industri ekonomi kreatif masyarakat, terutama pembinaan keterampilan bagi para perajin agar bisa menghasilkan kerajinan berkualitas dan bernilai jual tinggi. Dana tersebut juga untuk membiayai kegiatan promosi pariwisata Wakatobi ke sejumlah negara, terutama Australia dan negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Australia dan negara-negara di kawasan Asia Pasifik menjadi sasaran promosi pariwisata Wakatobi karena wisatawan dari dua kawasan itu belum banyak yang berkunjung ke Wakatobi. Para wisatawan yang berkunjung ke Wakatobi saat ini masih didominasi wisatawan dari negara-negara Eropa, seperti Inggris, Belanda, dan Swiss serta Amerika.
Pemkab Wakatobi, Sulawesi Tenggara setiap tahunnya merencanakan program pengembangan pariwisata dengan memperluas daerah tujuan wisata yang menjadi sektor andalan karena merupakan penyumbang pendapatan asli daerah Wakatobi. Untuk itu, pengembangan tujuan pariwisata alam, selain wisata bahari sangat penting. Selain melakukan penataan dan pengelolaan yang baik di bidang wisata bahari yang selama ini sudah terkenal, pihaknya mencoba lagi melakukan pemugaran objek-objek wisata alam yang tersebar di berbagai wilayah Wakatobi.
Objek-objek wisata alam yang masuk dalam program pengembangan tujuan wisata tahun 2012 antara lain pemandian Kontamale di Kelurahan Wanci, Tee Luo di Desa Liya Togo, Pulau Kaludupa, Tomia dan Binongko . Objek wisata tersebut jika dikelola secara baik bisa mendatangkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat, serta para wisatawan yang berkunjung ke Wakatobi. Jika dilihat dari kondisi daerah serta letak yang strategis, pulau yang paling menonjol ada di Tomia yakni pantai Hondue. Di pantai Hondue tersebut, selama ini sangat diminati baik warga lokal maupun wisatawan asing untuk dijadikan tempat rekreasi. Jadi, perlu sedikit saja pengembangan sehingga akan terlihat lebih bagus lagi sehingga dapat dipastikan jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Wakatobi akan semakin meningkat setiap tahunnya, diperkirakan terdapat 12.000 wisatawan di tahun 2012 karena didukung oleh program pemerintah daerah yang nyata terkait pengembangan daerah wisatanya.
Secara nyata, kegiatan pariwisata di Wakatobi memberikan manfaat pada penjualan, keuntungan, lapangan kerja, pendapatan pajak dan penghasilan dalam suatu daerah di sebuah Negara. Dampak yang paling dirasakan langsung, terjadi di dalam sub-sektor pariwisata primer yaitu :
Þ      Akomodasi
Þ      Restoran
Þ      Transportasi
Þ      Entertainment
Þ      Souvenir
Meningkatnya jumlah wisatawan di Wakatobi menimbulkan dampak ekonomi yaitu berupa efek langsung (Direct Effects). Yaitu kenaikan jumlah wisatawan yang menginap di hotel-hotel akan langsung menghasilkan kenaikan penjualan di sektor perhotelan. Tambahan Penjualan yang diterima hotel-hotel dan perubahan pembayaran yang dilakukan hotel-hotel untuk upah dan gaji karyawan, pajak dan kebutuhan barang dan jasa merupakan effek langsung (direct effect) dari belanja wisatawan itu. Kegiatan pariwisata di pulau Wakatobi sedang mengalami kemajuan karena berdasarkan data yang ada terdapat peningkatan jumlah wisatawan setiap tahunnya. Oleh karena itu manfaat yang didapat antara lain :
Þ      Meningkatkan devisa Negara dari sektor pariwisata.
Þ Meningkatkan pendapatan daerah setempat (kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara).
Þ      Memperkuat nilai tukar mata uang lokal terhadap mata uang asing.
Þ      Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Þ     Turut mempromosikan pariwisata di Indonesia (mouth to mouth) bagi wisatawan yang telah berkunjung ke ODTW di Indonesia.
Þ  Mendorong masyarakat Indonesia untuk berkunjung ke ODTW di negara sendiri dibanding harus berlibur ke luar negeri.
Oleh karena itu sebagai generasi muda yang cinta tanah air, sebaiknya bangga terhadap kekayaan alam yang dimiliki negeri ini terutama pariwisatanya yang tidak kalah dengan negara lain. Objek wisata di Indonesia sangat banyak dan indah, untuk itu kita harus mengenali terlebih dahulu dibandingkan orang asing. Jumlah wisatawan domestik harus lebih banyak dibandingkan wisatawan mancanegara sehingga akan mencerminkan bahwa kita mencintai keindahan alam dan budaya negara sendiri yaitu Indonesia.

                                                                                                                    _Terima Kasih_

No comments:

Post a Comment

Post a Comment